Ahh cuman kurang di koma aja …
Thursday, October 25th, 2007Hi all,
Saya barusan dapet cerita dari seorang temen yg bekerja sebagai engineers di negeri Singa ini. Ceritanya menarik.
Tapi sebelumnya, kita flash back dulu sebentar…
Masih inget [ato mungkin juga sekarang masih] pas jamannya kuliah?
Anda mengerjakan soal UAS matematika ato ekonomi teknik? Soalnya agak susyah tapi anda yakin udah sukses mengerjakan soalnya. Yakin deh, minimal nilai 90 di tangan. Saat hari pengumuman nilai ditempel … e, ternyata anda dapet 75.
Terang aja anda nggak puas, menghadaplah ke dosen untuk menanyakan. Kayaknya yakin banget deh kalo aku bisa ngerjain. Kenapa nilainya cuman 75?
Why? why?
Ternyata dari penjelasan sang dosen, didapet jawabannya. Anda salah memberi tanda koma di jawaban anda. Yang seharusnya 34,567; anda tulis 345,67. Semua itungan betul lho, cuman salah di nulis koma
so sad …
Ahh cuman kurang di koma aja …
Sekarang kita coba liat cerita temen saya yg engineer di kota Singa ini. Kebetulan dia sedang ditugasi perusahaannya untuk mengerjakan proyek. Proyek apaan? gak penting deh. Yang penting jenis proyeknya adalah unit price bukan fixed firm cost (lump sum). [Tentunya saya gak perlu njelasin apa bedanya UP atau FFP, anak IE pasti tau deh]. Karena unit price, maka perusahaan akan dibayar berdasar klaim pekerjaan aktual yang dilaksanakan. Misal: melakukan pekerjaan painting. Unit pricenya: $10/ m^2. Kalo pekerjaannya sebanyak 100 m^2 brarti perusahannya akan mengklaim sebesar $1,000 ke klien.
Secara dari singkatnya gitu [halah], teman saya ini diminta membuat laporan yg akan dijadikan landasan klaim ke klien. Ternyata, karena hitungannya pake excel, ada rumus hitungan yg salah. Ya kira-kira mirip ama kejadian ujian mahasiswa di cerita sebelumnnya. Trivial mistakes !!!
Kalo di cerita ttg mahasiswa, konsekuensi kesalahan adalah nilai yg gak optimal. Gimana dengan trivial mistakes yg terjadi di dunia kerja?
Ini gambarannya: karena salah rumus, pekerjaan sebanyak 1000 unit tidak terklaim. Satu unit kerja setara dengan $50. Jadi, total nilai yg tak terklaim= $50,000. Dengan kurs 1$=Rp 6000; nilainya kira-kira sebesar RP 300 Juta !
Banyak cerita sejenis ini yg pernah saya dengar dari rekans praktisi. Mungkin anda pernah dengar/baca/ liat di Discovery Channel:
sebuah misi ruang angkasa bernilai milyaran dollar gagal karena ….
…
…
…
engineers nya lupa menyamakan satuan. Yup, sebagian data pake satuan SI sebagian yg lain pake satuan British. Keduanya langsung digabung saat dilakukan perhitungan. Lupa mengubah satuan !!! [sound familiar in your engineering course exams?]
Jadi, please deh
The devil is in detail
(C) b oe d