The Young Engineer’s Dilemma

Bayangkan seandainya anda pada posisi ini, what ‘r u gonna do? Kasus ini pernah menjadi ‘hot topic dan hot debate‘ di salah satu sesi diskusi di perkuliahan manajemen proyek di Teknik Industri / Teknik Mesin - UGM yang kebetulan saya ampu.

—-
Anda adalah seorang project manager, bekerja pada sebuah perusahaan konstruksi. Anda faham betul bahwa hidup mati dari sebuah perusahaan konstruksi tergantung dari proyek. Perusahaan hidup dari satu proyek ke proyek yang lain. No project no cash inflow.

Suatu saat perusahaan anda sedang berada dalam kondisi krisis. Sekian lama sudah tak mendapatkan proyek yang signifikan - cash flow perusahaan terganggu. Nasib 250 karyawan di perusahaan anda di ujung tanduk. [n.b. berarti 250x4 = 1000 orang bernasib tak jelas ]. Tanpa proyek baru, kemungkinan terjadi lay-off besar-besaran.

Kebetulan anda sebagai seorang project manager sedang menangani proposal  proyek besar. Jika anda berhasil mendapatkan kontrak, at least untuk 5 tahun ke depan cash flow perusahaan anda aman. No PHK.

Pagi itu, hp anda berdering. Ternyata calon klien anda menelpun. Setelah basa-basi ke sana kemari, sang calon klien bicara:

"Let me put it this way.Loud & clear. I know your company badly needs this project. That’s why  I will  give the project to you -not to the competitors. I consider and respect our long-term relationships so far.

All  I  need  is  a 5% kick-back from your project. Off course, it won’t be formally recorded on the contract. If u agree, I’ll sign the contract right now. You give me  the  5%  by next month. Direct transfer to my bank account in Cayman Island. Or else - I’ll find another company which will be more than happy to give me 7%"

So what r u gonna do?
a. terima kontrak, selamatkan 1000 orang tapi menentang hati nurani
b. tak terima kontrak, proyek jatuh ke kompetitor, perusahaan bangkrut - 1000 orang tak jelas nasibnya?
c. or ???

–boed

3 Responses to “The Young Engineer’s Dilemma”

  1. fahri Says:

    good write….i think so…

  2. Arief Says:

    terima kontrak, selamatkan 1000 orang, abis project menyerahkan diri ke polisi :) tinggal urusan akhirat dikerjakan selama di penjara hehehehe
    istilah kerennya big girls don’t cry :)

  3. didit Says:

    ah… jangan ngerjain kontrak yang bermasalah. Hukum adalah kesepakatan kita bersama agar kita punya etika dalam bekerja. Rejeki tiap orang udah ada yg ngatur

Leave a Reply